Janji Umrah Tak Terwujud, Dua Ibu Rumah Tangga Kakak Beradik di Pesindon Menangis Kehilangan Uang

Janji Umrah Tak Terwujud, Dua Ibu Rumah Tangga Kakak Beradik di Pesindon Menangis Kehilangan Uang
Foto ilutrasi

SATGASMAFIA.COM, KOTA PEKALONGAN – Harapan untuk berangkat ke Tanah Suci berubah menjadi duka bagi dua kakak beradik asal Kelurahan Pesindon, Kota Pekalongan. WA (45) dan adiknya, NA (39), diduga menjadi korban agen umrah yang tak menepati janji keberangkatan maupun pengembalian dana.

Keduanya, yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan kini tinggal di wilayah Slamaran, Kota Pekalongan, awalnya tertarik mengikuti program umrah murah yang ditawarkan sebuah agen umrah di wilayah Tirto, Kabupaten Pekalongan. Paket tersebut disebut-sebut hanya seharga Rp 29,5 juta per orang, dengan iming-iming keberangkatan cepat serta kemudahan pembayaran secara cicilan.

Bacaan Lainnya

“Tawaran itu kami dapat dari teman. Katanya agen ini aman dan sudah biasa memberangkatkan jamaah,” ujar WA dengan suara bergetar, sambil menahan tangis.Rabu (31/12/25).

Karena ingin segera berangkat, WA memutuskan membayar secara tunai. Pada awal Agustus 2025, keduanya menyerahkan uang sebesar Rp 59 juta kepada pihak agen. Mereka dijanjikan akan berangkat pada akhir Agustus 2025.Namun, janji tersebut tak pernah terwujud. Hingga akhir Agustus berlalu, keberangkatan tak kunjung ada. WA dan NA beberapa kali mendatangi kantor agen untuk meminta kejelasan. Alih-alih mendapat kepastian, mereka justru menerima berbagai alasan.

“Setiap kami datang, selalu ada alasan. Katanya menunggu visa, menunggu jadwal, sampai menunggu jamaah lain. Kami bingung dan capek,” kata WA.

Hingga November 2025, tidak ada kejelasan sama sekali. Merasa dirugikan dan kelelahan secara mental, keduanya akhirnya meminta uang mereka dikembalikan. Agen kemudian mengajukan syarat pemotongan Rp 5 juta per orang dari total dana yang telah dibayarkan.“Karena kami tidak ingin ribet dan hanya ingin uang kembali, akhirnya kami setuju,” ujar WA.

Namun, kesepakatan itu pun tak sepenuhnya ditepati. Pada awal Desember 2025, WA kembali menagih dana tersebut. Dari total uang yang dijanjikan, pihak agen baru mengembalikan Rp 10 juta. Sisanya belum ada kejelasan hingga kini.“Uang itu hasil jerih payah kami. Saya nangis karena merasa benar-benar tidak berdaya,” ucap WA sambil terisak.

NA pun tak kuasa menahan kesedihannya. Ia mengaku sangat terpukul karena uang yang dikumpulkan dengan susah payah justru tak kembali.“Ambil uang sendiri saja susah, ini malah harus bolak-balik minta hak kami. Mereka malah minta perjanjian ulang, katanya uang baru ada dua bulan lagi. Saya tidak mau,” ujar NA dengan suara gemetar dan mata berkaca-kaca.

Keduanya berencana kembali menagih sisa uang tersebut pada awal Januari 2026. Mereka berharap ada itikad baik dari pihak agen untuk menyelesaikan persoalan ini.

Dari pengalaman pahit ini, WA dan NA berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan umrah.
“Ini jadi pelajaran buat kita semua. Carilah agen yang jelas dan resmi. Jangan mudah tergiur harga murah dan janji bisa diangsur,” tutur NA, menutup ceritanya sambil menangis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *